Anak Jalanan: Syapa peduli?

Wah, lama juga nggak ngeblog.  Soalnya baru ada cinta baru..  Apalagi kalau buka si cantik fesybuk! Bagi yang belum pernah kenalan sama fesybuk, mending menghindar aja drpd berabe akibatnya. Yang lagi ‘bersemedi’  <<syapa ya? 🙂 >>  juga jangan mencoba-coba melirik fesybuk. Bisa-bisa jatuh hati, kepencut dannn …. Batal deh semedinya.

Krinduan ngeblog muncul tiba-tiba saja….

Perempatan MM UGM mulai lengang. Hanya beberapa kendaraan bermotor dan mobil yang bisa dihitung jumlahnya, ngantri di belakangku. Lampu merah masih menyala. Kulihat jam di HP masih diangka 22.42 belum malam bagi saya yang biasa begadang.

Ada yang mengusik perhatian saya karena di lampu merah itu, masih ada seorang Ibu-ibu yang mengedarkan gelas plastic aqua meminta perhatian kami semua. Bukan si Ibu ini yang menjadi pikiran sya seketika. Saat itu, dibelakanya ada anak gadis, cantik, mungkin 4 tahun umurnya dan seorang anak lelaki sekitar 7 tahun. Tangannya memegang selembar kain dan berjalan mondar-mandir dari satu motor ke motor lainnya menawarkan jasanya untuk ngelap motor (sebagai alas an) agar bisa mendapatkan receh.

anjal(sumber: andrigilang.wordpress.com)

Jam 22.42, bukan waktu yang masih sore bagi ukuran anak-anak seperti mereka. Ini sudah terlalu malam! Anak saya saja yang hamper genap 2 tahun biasanya jam 19.30 sudah mulai bobo. Seharusnya mereka beristirahat di rumah, seteleha capek belajar. Harapan idealku seperti itu.

Kulihat si anak lelaki, mendekati sebuah motor disampingku, pengendaranya dua orang gadis (pasti mahasiswi). Si pengendara menolak dengan menggoyangkan telapak tangannya ke kanan dan kiri. Namun si anak justru seolah merengek dan marah memaksa tetap diijinkan (basa-basi) membersihkan dashbor motor. Si pengendara pun kalah dan memberiokan sedikit uang receh.

Eh… kok dilempar uangnya. Aku pun semakin bertanya dalam hati ketika melihat si anak melempar uang seolah ingin berkata “ Receh! Buata apa? Apa nggak ada yang kertas ribuan?” Begitu tafsirku.

Salah siapa?

Dalam perjalanan pulang hingga sampai di rumah. Saya masih berfikir. Siapa yang salah? Anak tersebut sejak kecil sudah pandai berakting. Meminta dengan wajah setengah menangis. Hasilnya buah si malakama. Diberi uang, namanya tidak mendidik. Nggak diberi uang … kok ya tega banget. Apalagi kalau jurus mautnya sudah keluar “memaksa dan pura-pura menangis” Bagaimana nasib mereka kelak ketika besar? Sewaktu kecil saja sudah seperti itu, pandai berakting!

Benar-benar buah simalakama: Nggak memberi uang bisa pula membawa dampak anak semakin berfikir… Dunia memang Kejam! Semua orang tidak ada yang peduli! Memberi uang? Memanjakan mereka. Walaupun bisa saja trust kepada ilahi, menyerahkan semuanya kepada-Nya.

Namun  sebagai manusia, lulusan kuliahan lagi, rasanya tidak bisa menerima kondisi mereka. Pasti ada cara yang lebih baik bagi mereka untuk menjalani hidup ini.  Pasti ada tempat lain bagi anak-anak ini untuk menapaki kehidupannya.  Namun, tak mudah membujuk mereka untuk berpindah dari  habitatnya saat ini…. ada sekian banyak faktor. Lantas, haruskan aku membuang kepedulian ini?

Anak Jalanan

“[“http://www.youtube.com/watch?v=Vqf2gKel_Hw&feature=related”%5D&#8221;

Iklan
Pos ini dipublikasikan di FILANTROPI. Tandai permalink.

2 Balasan ke Anak Jalanan: Syapa peduli?

  1. dyahsuminar berkata:

    perempatan UGM ?…OOO…Sleman itu ya…kalau di kota sdh ada penertiban,tapi walau demikian…tidak mudah membina mereka.
    Saya beberapa kali membina mereka…dengan mengundang,mengajari ortunya untuk bekerja,membuat ketrampilan yang hasilnya bisa dijual.3 bulan …tidak terlihat dijalan…setelah itu…eh..muncul lagi…

  2. dyahsuminar berkata:

    soal Fesbuk ??he..he…bikin Addict ya ?? Bunda gak ikut ikutan lah…takut nggak pernah update,kasihan yang menyapa..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s