BuMenia….

Bumenia

Edit this page

sebagai orang kebumen, tak salah jika mencintai tanah kelahiran.

Dalam halaman ini, saya mencoba menulis seputar kebumen. Kutulis Bumen-nia, asal saja. Semacam; universitaria, Slemania …. halah. Intinya penginnya, halaman ini berisikan informasi seputar kota kebumen. [sigi]

KEBUMEN dikenal sebagai kota penghasil sarang Burung lawet, tak aneh jika anda berkunjung ke jantung kota Kebumen, maka anda akan menjumpai bundaran Tugu Lawet. Para pendahulu kami menyebutnya “kupu tarung” [kupu/burung yang sedang bertarung], karena memang pada puncak Tugu Lawet tersebut terdapat 2 ekor burung lawet yang seolah-olah sedang bertarung.

Selain burung lawet, ada juga yang menjadi ciri khas kota Kebumen yakni “Genteng“. Daerah Sokka menjadi sentra penghasil kerajinan keramik genteng. Genteng kebumen terkenal dengan kualitasnya loh… warna cemerlang, kuat dan tahan lama, telah dibawa keberbagai daerah di Indonesia.

Ada lagi yang khas dari kebumen; jika anda bertemu dengan orang kebumen, hampir sebagian besar mereka bangga denga beberapa merk makanan khas… seperti:
Lanting kebumen, Kecap ‘Kentjana”, Kopi Djempol “SinJu”, Soto Petanahan, Teh Poci Karangduwur dan tentu masih banyak hal yang unik dari kebumen, bahasanya juga unik; Ngapak-Ngapak.

Secara Geografis, Kebumen diapit oleh sederet pegunungan dan pantai. Panorama indah pegunungan disebelah utara; Pegunungan Condong, wisata Krakal [pemandian air hangat yang bisa untuk terapi kesehatan], hingga museum Geologi Karang Sambung [Museum Geologi terbesar Se Asia Tenggara].

Pantai Kebumen juga indah-indah…. di sebelah selatan berderet; Pantai bocor [lengkap dengan pangkalan TNI nya], pantai Petanahan, Pantai Puring, Pantai Suwuk, Pantai Karang bolong, Pantai Pasir dengan pelelangan Ikannya, Pantai logending dan Pantai Pedalen yang berpasir putih dan juga ada TPI nya.

Kebumen…. sebuah kota yang penuh dengan ciri khas, Saya bangga menjadi salah satu generasi yang lahir di kota Kebumen!
Dan, saya ingin membesarkan Kebumen.
I Love Kebumen…. ar’u?

KANGEN

Ketika ada sebuah email yang mendarat….

————-

Assalamualaikum. Wr. Wb

Giman kabarnya?
Alhamdulillah sekarang saya masih tinggal di solo, untuk pulang ke kebumen insyaallah akhir aplil atau awal mei 2009 saya dah boyongan ke kebumen & mau usaha di sana, sekarang aja hampir sepekan sekali sudah pulang ke kebumen & ketemu dengan temen-temen lama dulu. Beberapa udah sering ketemuan, termasuk mas Teguh Rohmani & ugeng, cuma yang belum bisa saya contak itu mas warso yang katanya jadi pns di kebumen, kamu  punya no contak mas warso?

Hayo dirimu  mau pulang kapan ke kebumen ?
Satu pesan yang dulu sering di sampaikan Almarhum mas Ad, yang kayaknya perlu kita mulai wujudkan muliai sekarang kita haru birukan kebumen”
Ayo semangat pulang kampung, Bu Atun juga berharap banget kita bisa kembali menggelorakan membangun  kebumen lagi seperti dulu, gimana……. ?

———

Rasanya, perasan ini campur aduk nggak karuan, rasa rindu … Siapa sih yang nggak rindu kampung halaman yang sudah membesarkan kita. Secara, sudah cukup lama merantau di negeri orang. Syapa sih yang nggak ingin ketemu temen-temen lama…. Syapa sih yang nggak terpanggil melihat kampung yang begitu stagnan kurang berkembang, sementara teknologi sudah semakin maju melesat?

Syapa sih yang nggak rindu kampung?

Iklan
Pos ini dipublikasikan di BUMENIA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s