Palestine dan O’bama

palestina

Masih hangat dalam ingatan saya, melihat siaran TV ataupun pemberitaan di Media cetak sehubungan dengan kondisi Palestina yang luluh lantak, hancur porak poranda. Secara, ”Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa ….” sebait kalimat dari UUD 45 yang masih saya hafal. Dan, saya kira hampir semua kita menghafalnya sewaktu duduk di bangku sekolah dasar.

Keji! Itulah simpulan saya ketika saya melihat tindakan a-moral dan tidak berperikemanusiaan bangsa Yahudi. Yahudi menggunakan beberapa senjata yang sebenarnya disepakati untuk tidak boleh digunakan dalam kancah peperangan modern: Fosfor putih dan Bom Payung.

Menurut informasi yang saya dapat, Fosfor putih ini memiliki daya panas yang sangat dengan radius lebih dari 1 km. Orang yang berada diarea tersebut kulitnya akan terbakar dan tidak hanya kulitnya, bahkan tulang yang terbalut otot dan kulit pun ikut terbakar. Bagaimana tidak sakit? Jika kita sudah terkena ini, maka hilanglah harapan! Karena kematian akan segera menjemput.

bomb

Yang kedua tentang Bom Payung. Bom ini jika dijatuhkan dari angkasa, sebelum jatuh ke bumi bom ini akan meledak terlebih dahulu dan kemudian mengeluarkan bom-bom kecil yang bersifat menyebar kesegala arah. Jadi, orang-orang yang berada diareal daratan dibawahnya tipis harapan untuk bila lepas dari sasaran bom ini. Dan menurut seorang dokter yang merawat pasien-pasien disana, orang yang terkena bom payung ini tubuhnya akan tercabik-cabik! ”Saya baru sekali ini melihat korban perang yang begitu parah kondisinya” aku dokter tersebut dalam sebuah siaran berita.

Palestina terluka dan dinodai.

Ditengah kondisi itu, belum lama ini… O’Bama presiden terbaru Amerika. Merayakan kemenangannya. Rasa-rasanya, hampir semua orang terbius oleh perhelatan O’Bama. O’bama adalah saudara kita, saudara bangsa Indonesia (walaupun hanya saudara tiri). Pelantikan Live. Pesta dansa Live.


Oh….. Indonesiaku… Saudaramu yang bukan tiri sedang dihinakan, justru engkau berpesta dengan saudaramu yang tiri itu.

37493-34

Konon, pada tahun 1945. Ketika Soekarno – Hatta mendeklarasikan kemerdekaan bangsa ini. Orang yang pertama kali menyatakan dukungannya adalah seorang Ulama besar dari Palestina.

Kasihan Bangsa ini…

lupa akan pesan founding fathernya

dan memilih meninggalkan Jas Merahnya!

~sigi~

sumber gambar: opinibanjarmasin.blogspot.com donowidiatmoko.wordpress.com

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Inspire. Tandai permalink.

3 Balasan ke Palestine dan O’bama

  1. dyahsuminar berkata:

    memang..mas Sigit…kta harus ikut prihatin,berdoa untuk saudara kita di palestina sana. Rasanya …bukan waktunya untuk bersenang senang, hura hura dan segala sesautu yang berlebihan..
    Walaupun di negara kita masih banyak persoalan…kemiskinan, banjir dan bencana lain…tetapi di Indonesia masih lebih baik, asalkan kita saling tolong menolong…Ojo trus lali…nek wis dadi pejabat…he..he..

    • wardono berkata:

      Lama nggak Ngeblog nih… Makasih bunda berkunjung.
      Iya bunda, denger-denger… pas Gempa dulu masyarakat palestina juga ikutan mbangun jogja…. 🙂 saling bantu sesyama sodara.

  2. aris berkata:

    Bagus. Bertukar link Pak?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s