Pengelolaan Zakat yang Profesional

JakartaMasih membekas dalam ingatan kita. Di tengah kekusyukan suasana Ramadan umat muslim dikejutkan dengan insiden meninggalnya 21 korban jiwa akibat berebut zakat yang dibagikan oleh salah satu pengusaha kaya di Pasuruan.

Media massa pun dibuat heboh dan memberitakan kejadian ini. Pasalnya nilai zakat yang diberikan tidak seberapa. Namun, harus ditebus dengan nyawa. Padahal kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi. Kejadian serupa pernah terjadi di Gresik juga dalam kasus yang sama.

Banyaknya masalah yang ditimbulkan dari pengelolaan zakat secara tradisional patut menjadi cerminan kita bersama sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Saat ini masih sangat banyak dijumpai pengelolaan zakat secara individu maupun secara tradisional. Khususnya di daerah pedesaan dan kota kecil.

Banyak risiko yang ditimbulkan dari sistem pengelolaan seperti ini. Selain korban
meninggal hal lain yang mungkin terjadi misalnya tidak meratanya mustahik yang mendapat bantuan. Sistem keadilan dan kurangnya koordinasi yang tepat. Tak terkecuali pula biasanya pembagian zakat secara langsung tidak menyasar pada pemberdayaan setelah bantuan dilakukan.

Akibatnya mustahik (obyek zakat) hanya terbantu sesaat dan tidak tepat sasaran. Dan terasa ada parade kemiskinan karena mustahik yang dibantu diperlakukan sebagai obyek tontonan.

Di negara kita saat ini sebenarnya sudah banyak lembaga pengelola zakat yang bagus dan profesional. Di antaranya adalah Rumah Zakat Indonesia, Dompet Dhu’afa, Pos Keadilan Peduli Ummat, dan lain-lain. Lembaga ini mampu menyalurkan dana zakat sebesar apa pun. Dan, nilai lebihnya muzakki (subyek zakat) bisa mengakses alur distribusi harta yang mereka zakatkan.
Sebagai contoh Rumah Zakat Indonesia. Lembaga ini melakukan tahapan survei kelayakan sebagaimana layaknya lembaga modern. Mereka melakukan survei terhadap setiap program penyaluran yang meliputi; lokasi, sasaran mustahik, dan model pemberdayaan serta monitoringnya. Penerima bantuan dana zakat meliputi masyarakat, jamaah masjid, anak asuh, janda, dan lain-lain.

Menurut hemat penulis, dengan melihat besarnya komunitas Muslim Indonesia alangkah baiknya masyarakat yang masih menyalurkan zakatnya secara tradisional mulai beralih ke sistem profesional melalui lembaga pengelola zakat yang independen. Sehingga penyalurannya efektif, tepat sasaran, dan yang pasti menghindarkan jatuhnya korban jiwa!

*) Tulisan ini pernah dimuat dalam kolom opini detik.com. sourcenya ada disini:

http://suarapembaca.detik.com/read/2008/09/23/091045/1010720/471/pengelolaan-zakat-yang-profesional

Iklan
Pos ini dipublikasikan di FILANTROPI dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s