Superqurban Ringankan Beban Korban Gempa
Oktober 5, 2009 at 4:10 pm | In Uncategorized | Leave a CommentRUMAH ZAKAT– Gempa berkekuatan 7,9 SR yang terjadi Rabu
(30/9) tidak hanya menyisakan luka yang dalam atas banyaknya nyawa yang
melayang, bahkan juga memporak-porandakan bangunan yang ada di kota
Padang dan Pariaman.

Berdasarkan data sementara di Posko Penanggulangan Bencana alam Polda
Sumbar hingga Kamis malam (1/10) telah 400 lebih yang telah meninggal
dan data informasi dari XL Peduli sebanyak 500 lebih. Sementara data
dari informasi luar Negeri siaran langsung yang meninjau dari depan
Hotel Ambacang jumlah korban yang meninggal Padang-Pariaman sebanyak
1.100 orang. Dibandingkan daerah Pariaman, kota Padang yang mengalami
kerusakan yang sangat parah. Bangunan yang mengalami rusak berat di
Padang di perkirakan 100 bangunan, rusak ringan sebanyak 4.000.

Salah satu bantuan yang selalu diberikan oleh Rumah Zakat Indonesia
(RZI) untuk korban bencana adalah kornet kambing dan sapi Superqurban.
Kornet tersebut merupakan hasil pengolahan dari daging qurban yang
dikemas agar tahan lama sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjadi bahan
pangan masyarakat bila terjadi bencana di Indonesia.
Contohnya seperti pada kejadian gempa Jawa Barat. Pada fase darurat,
selain memberikan fasilitas kesehatan, RZI pun membagikan kornet
Superqurban kepada para korban yang kala itu kekurangan bahan makanan.
Hal serupa pun dilakukan dalam bencana alam di Sumatera Barat.
HealtCare Division Head RZI Yudi Feriandi mengatakan saat ini persediaan
kornet Superqurban mencapai 30.000 kaleng. ”Jumlah itu masih cukup untuk
dibagikan kepada para korban bencana di Sumatera Barat. Dengan adanya
sinergi antara RZI dan pemerintah, kita bisa sedikit meringankan
penderitaan saudara-saudara kita di sana,” tuturnya, Kamis (1/10).
Selain kornet Superqurban, RZI pun akan menyalurkan Siaga Gizi (Sigi)
Nusantara yang berupa sosis ayam dan ikan. Yudi mengatakan saat ini
persediaan Sigi Nusantara sebanyak 10.000 kaleng. ”Semoga Sigi pun bisa
menjadi penambah asupan gizi bagi para korban bencana,”. Bagi Masyarakat
Yogyakarta yang ingin menyalurkan kepeduliannya melalui Rumah Zakat
Indonesia Cabang Yogyakarta, bantuan bisa dikirim melalui rekening BCA
Rumah Zakat Indonesia dengan nomor rekening 094 301 6001 atas nama
Yayasan Umul Quro, Rekening Bank Mandiri dengan nomor rekening 132000
481 974 5 dan Bank Syariah Mandiri dengan nomor rekening 125 00155 55. **
2817 KORBAN GEMPA JABAR TELAH MENDAPATKAN BANTUAN RZI
September 9, 2009 at 1:03 pm | In Pilantrophy | Leave a CommentYOGYAKARTA — Hingga sepekan pasca gempa bumi yang melanda wilayah Jawa Barat, Rumah Zakat Indonesia bersama mitra telah menyalurkan bantuan kepada 2817 penerima manfaat yang merupakan korban bencana. Adapun wilayah yang telah dibantu oleh RZI adalah Kec. Pangalengan Kab. Bandung, Ds. Cisompet Kec. Garut Selatan Kab Garut, Ds. Sukamukti Kec. Cisayong Kab. Tasikmalaya, Ds. Cibeureum Kec. Kertasari Kab. Bandung dan Kampung Joglo Ds. Manda Asih Kec. Pamenungpeuk.
Mobil RZI Langsung Terjun
Koordinator Posko Terpadu Siaga Bencana Gempa Bumi Jabar Noor Yahya mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa pelayanan kesehatan, kornet Superqurban, kurma, Siaga Gizi, Siaga Sandang, Siaga Niaga, Paket Makanan Tambahan (PMT), pakaian wanita, paket ibadah dan paket buka puasa. “Ada donatur yang menyalurkan bantuan dalam bentuk uang. Ada pula yang memberikan bantuan dalam bentuk barang,” ujar Yahya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9).
Relawan Rumah Zakat Serahkan Bantuan
Saat ini jumlah donasi dalam bentuk uang yang masuk ke RZI lebih dari Rp 98 juta. Adapun mitra korporat yang bersama-sama menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi Jabar yakni Indosat, Telkomsel, Perusahaan Gas Negara (PGN), Telkomsel dan CIMB Niaga Syariah.
RZI Gandeng PNG Bantu Korban Gempa
Menurut Sigit Wardono, Marketing RZI Cabang Yogya, penyaluran bantuan akan terus dilakukan sampai seluruh korban dapat menikmati bantuan secara merata. “Hari ini kita mendirikan Posko Terpadu Siaga Bencana Tambahan di Ciamis. Semoga akan banyak korban bencana di sana yang terbantu oleh kehadiran kita.” Selain itu, “Rumah Zakat Cabang Yogyakarta siap membantu menyalurkan bantuan dana warga Yogyakarta untuk saudara kita yang sedang terkena musibah gempa,” Ungkap Sigit. *<
sumber,
http://rumahzakat.org
CINTA INDONESIA..
September 9, 2009 at 12:51 pm | In BUMENIA | Leave a CommentTulisan ini saya dapat dari email seorang sahabat yang tinggal di Bandung. Selamat menikmati. Saya suka batik. Bagaimana anda?
Pada tanggal 2 Oktober 2009 nanti, UNESCO akan mengukuhkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage). Pengukuhannya memang akan dilakukan di Perancis bulan Oktober nanti, namun pada 28 September 2009 penetapannya sudah akan dirilis. Kabar ini sebenarnya bukan kabar baru karena pemerintah juga telah memberitakannya beberapa waktu lalu. Namun demikian, info ini bisa jadi angin segar di tengah kisruh klaim tari pendet dan sengketa lagu kebangsaan Malaysia.

Asli Indonesia
Akan tetapi, mengapa hingga saat ini (kurang lebih 1 bulan lagi) tidak ada ada gaung dari pemerintah? Mengapa kita tidak menjadikan tanggal 2 Oktober nanti sebagai perayaan nasional, yg siapa tahu bisa kembali membuka mata dunia layaknya pemecahan rekor penyelaman di Bunaken? Tidakkah akan lebih baik jika pada tanggal 2 Oktober itu pemerintah bisa mengadakan Batik Day dan mengajak seluruh warga Indonesia berpartisi pasi? Toh tanggal itu jatuh pada hari jumat yg notabene jamak dikenal sebagai hari batik bagi para karyawan.

Membatik
Kurang greget selalu jadi persoalan di Indonesia. Memang nampaknya bukan hal besar tapi justru salah besar jika kita mengganggap hal kecil sama sekali tidak berguna. Ingat, kita akan lebih dihargai sebagai bangsa besar jika kita menghargai budaya sendiri. Ambil contoh negara2 seperti India, Jepang, China, Korea Selatan atau pun Thailand. Negara2 tsb mempertahankan budaya mereka di tengah modernisasi, dan terbukti ampuh dalam pergaulan antar- bangsa.

Motif Kebumen
Mengapa kita tidak bisa, padahal budaya kita jauh lebih kaya daripada mereka?? Jadi, mari berharap pada tanggal 2 Oktober 2009 pemerintah dan bangsa Indonesia akan membatikkan negeri ini, dimana semua orang dengan bangganya ke luar rumah dengan mengenakan batik – menetapkan tanggal 2 Oktober 2009 sebagai Hari Batik Nasional – mengkampanyekan perlindungan terhadap batik Indonesia, termasuk memperjuang kan perlindungan batik melalui rezim HaKI Mengapa kita tidak bisa?? Jangan sampai momen istimewa ini terlewat dan dilupakan begitu saja.
#email from Heri.
Superqurban Bersama Ringankan Penderitaan
November 11, 2009 at 1:20 pm | In Uncategorized | Leave a CommentSELAMAT HARI ANAK ADIKKU….
September 1, 2009 at 2:11 pm | In Pendidikan | Leave a CommentYogyakarta-23/7. Tahun 2009 masih menyisakan beberapa noda ketidak adilan terhadap anak, generasi masa depan. Ada orang tua kandung memukul anaknya, ada ayah tiri bermain tangan, ada ibu tiri bermain kaki. Ada tetangga mengucilkan anak tetangga yang satu.
Terjadi berbagai kekerasan melanda generasi penerus bangsa. Yang fisik bahkan yang kasat mata. Kekerasa mental, psikologis, kekerasan ucapan, masih banyak menghiasi dan menjadi milyu anak disekitar kita. Di perempatan ada anak jalanan yang tak terurus ataupun tereksploitasi.

sd juara
SD Juara….!
Harapan baru….
Nuansa Baru…..
lingkungan baru…..
Ada ratusan anak dimuliakan, dijaga kehormatannya, dikembangkan potensinya ….
Menjadi pemegang tongkat estafet peradaban. Selamat berbahagia adik-adikku…. Selamat hari Anak!
Anak Jalanan: Syapa peduli?
Juni 8, 2009 at 1:57 pm | In Pilantrophy | 2 CommentsWah, lama juga nggak ngeblog. Soalnya baru ada cinta baru.. Apalagi kalau buka si cantik fesybuk! Bagi yang belum pernah kenalan sama fesybuk, mending menghindar aja drpd berabe akibatnya. Yang lagi ‘bersemedi’ <<syapa ya?
>> juga jangan mencoba-coba melirik fesybuk. Bisa-bisa jatuh hati, kepencut dannn …. Batal deh semedinya.
Krinduan ngeblog muncul tiba-tiba saja….
Perempatan MM UGM mulai lengang. Hanya beberapa kendaraan bermotor dan mobil yang bisa dihitung jumlahnya, ngantri di belakangku. Lampu merah masih menyala. Kulihat jam di HP masih diangka 22.42 belum malam bagi saya yang biasa begadang.
Ada yang mengusik perhatian saya karena di lampu merah itu, masih ada seorang Ibu-ibu yang mengedarkan gelas plastic aqua meminta perhatian kami semua. Bukan si Ibu ini yang menjadi pikiran sya seketika. Saat itu, dibelakanya ada anak gadis, cantik, mungkin 4 tahun umurnya dan seorang anak lelaki sekitar 7 tahun. Tangannya memegang selembar kain dan berjalan mondar-mandir dari satu motor ke motor lainnya menawarkan jasanya untuk ngelap motor (sebagai alas an) agar bisa mendapatkan receh.
(sumber: andrigilang.wordpress.com)
Jam 22.42, bukan waktu yang masih sore bagi ukuran anak-anak seperti mereka. Ini sudah terlalu malam! Anak saya saja yang hamper genap 2 tahun biasanya jam 19.30 sudah mulai bobo. Seharusnya mereka beristirahat di rumah, seteleha capek belajar. Harapan idealku seperti itu.
Kulihat si anak lelaki, mendekati sebuah motor disampingku, pengendaranya dua orang gadis (pasti mahasiswi). Si pengendara menolak dengan menggoyangkan telapak tangannya ke kanan dan kiri. Namun si anak justru seolah merengek dan marah memaksa tetap diijinkan (basa-basi) membersihkan dashbor motor. Si pengendara pun kalah dan memberiokan sedikit uang receh.
Eh… kok dilempar uangnya. Aku pun semakin bertanya dalam hati ketika melihat si anak melempar uang seolah ingin berkata “ Receh! Buata apa? Apa nggak ada yang kertas ribuan?” Begitu tafsirku.
Salah siapa?
Dalam perjalanan pulang hingga sampai di rumah. Saya masih berfikir. Siapa yang salah? Anak tersebut sejak kecil sudah pandai berakting. Meminta dengan wajah setengah menangis. Hasilnya buah si malakama. Diberi uang, namanya tidak mendidik. Nggak diberi uang … kok ya tega banget. Apalagi kalau jurus mautnya sudah keluar “memaksa dan pura-pura menangis” Bagaimana nasib mereka kelak ketika besar? Sewaktu kecil saja sudah seperti itu, pandai berakting!
Benar-benar buah simalakama: Nggak memberi uang bisa pula membawa dampak anak semakin berfikir… Dunia memang Kejam! Semua orang tidak ada yang peduli! Memberi uang? Memanjakan mereka. Walaupun bisa saja trust kepada ilahi, menyerahkan semuanya kepada-Nya.
Namun sebagai manusia, lulusan kuliahan lagi, rasanya tidak bisa menerima kondisi mereka. Pasti ada cara yang lebih baik bagi mereka untuk menjalani hidup ini. Pasti ada tempat lain bagi anak-anak ini untuk menapaki kehidupannya. Namun, tak mudah membujuk mereka untuk berpindah dari habitatnya saat ini…. ada sekian banyak faktor. Lantas, haruskan aku membuang kepedulian ini?
Anak Jalanan
“["http://www.youtube.com/watch?v=Vqf2gKel_Hw&feature=related"]“
BENAR-BENAR MATI GAYA!!!
Mei 6, 2009 at 4:12 pm | In DIARI | 1 CommentJOGJA Bangets—BEGINILAH rasanya, bila jaringan listrik tiba-tiba mati. PLN Nggak SMS, nggak ngasih kabar, padahal ngeprint warna lagi jalan separo. Alamat dongkol dech…. Sayangnya, nggak model di Negeri ini melakukan somasi untuk masalah beginian. Serius amat!
Hari ini, Rabu (6/5) menjadi hari yang tak bersahabat, setidaknya bagi saya dan temen2 yg sehari-hari berkutat dengan komputer. Pasalnya, listrik mati nggak hanya sekali di pagi hari. Hal serupa terulang pada jam produktif kedua dimana harus mengejar deadline yang belum tuntas di pagi hari.
Bertolak belakang dengan harapan Rachmanto, ComDev Officer, saat presentasi pagi tadi; “Hari Rabu adalah hari istimewa, kami menyebutnya dengan Rabu Ceria, karena sorenya akan ada meeting rutin relawan, hari merencanakan pemberdayaan dan mengevaluasi program.
Iya dech harinya relawan Jogja!!
Bagi yang punya laptop dengan baterai litium yang bisa tahan lima jam, nggak bakalan mati gaya! Lihat aja dalam foto, biar gelap-gelapan, Gaya Nggak bakalan mati utak-atik laptop, njinggleng menulis, ataupun membuka webinternal. Semoga besok-besok kita semua nggak mati gaya, lantaran listrik yang mati! Kapan beli Laptop? Loh!
BuMenia….
April 28, 2009 at 1:55 pm | In BUMENIA | Leave a CommentBumenia
sebagai orang kebumen, tak salah jika mencintai tanah kelahiran.
Dalam halaman ini, saya mencoba menulis seputar kebumen. Kutulis Bumen-nia, asal saja. Semacam; universitaria, Slemania …. halah. Intinya penginnya, halaman ini berisikan informasi seputar kota kebumen. [sigi]
KEBUMEN dikenal sebagai kota penghasil sarang Burung lawet, tak aneh jika anda berkunjung ke jantung kota Kebumen, maka anda akan menjumpai bundaran Tugu Lawet. Para pendahulu kami menyebutnya “kupu tarung” [kupu/burung yang sedang bertarung], karena memang pada puncak Tugu Lawet tersebut terdapat 2 ekor burung lawet yang seolah-olah sedang bertarung.
Selain burung lawet, ada juga yang menjadi ciri khas kota Kebumen yakni “Genteng“. Daerah Sokka menjadi sentra penghasil kerajinan keramik genteng. Genteng kebumen terkenal dengan kualitasnya loh… warna cemerlang, kuat dan tahan lama, telah dibawa keberbagai daerah di Indonesia.
Ada lagi yang khas dari kebumen; jika anda bertemu dengan orang kebumen, hampir sebagian besar mereka bangga denga beberapa merk makanan khas… seperti:
Lanting kebumen, Kecap ‘Kentjana”, Kopi Djempol “SinJu”, Soto Petanahan, Teh Poci Karangduwur dan tentu masih banyak hal yang unik dari kebumen, bahasanya juga unik; Ngapak-Ngapak.
Secara Geografis, Kebumen diapit oleh sederet pegunungan dan pantai. Panorama indah pegunungan disebelah utara; Pegunungan Condong, wisata Krakal [pemandian air hangat yang bisa untuk terapi kesehatan], hingga museum Geologi Karang Sambung [Museum Geologi terbesar Se Asia Tenggara].
Pantai Kebumen juga indah-indah…. di sebelah selatan berderet; Pantai bocor [lengkap dengan pangkalan TNI nya], pantai Petanahan, Pantai Puring, Pantai Suwuk, Pantai Karang bolong, Pantai Pasir dengan pelelangan Ikannya, Pantai logending dan Pantai Pedalen yang berpasir putih dan juga ada TPI nya.
Kebumen…. sebuah kota yang penuh dengan ciri khas, Saya bangga menjadi salah satu generasi yang lahir di kota Kebumen!
Dan, saya ingin membesarkan Kebumen.
I Love Kebumen…. ar’u?
KANGEN
Ketika ada sebuah email yang mendarat….
————-
Assalamualaikum. Wr. Wb
Giman kabarnya?
Alhamdulillah sekarang saya masih tinggal di solo, untuk pulang ke kebumen insyaallah akhir aplil atau awal mei 2009 saya dah boyongan ke kebumen & mau usaha di sana, sekarang aja hampir sepekan sekali sudah pulang ke kebumen & ketemu dengan temen-temen lama dulu. Beberapa udah sering ketemuan, termasuk mas Teguh Rohmani & ugeng, cuma yang belum bisa saya contak itu mas warso yang katanya jadi pns di kebumen, kamu punya no contak mas warso?
Hayo dirimu mau pulang kapan ke kebumen ?
Satu pesan yang dulu sering di sampaikan Almarhum mas Ad, yang kayaknya perlu kita mulai wujudkan “muliai sekarang kita haru birukan kebumen”
Ayo semangat pulang kampung, Bu Atun juga berharap banget kita bisa kembali menggelorakan membangun kebumen lagi seperti dulu, gimana……. ?
———
Rasanya, perasan ini campur aduk nggak karuan, rasa rindu … Siapa sih yang nggak rindu kampung halaman yang sudah membesarkan kita. Secara, sudah cukup lama merantau di negeri orang. Syapa sih yang nggak ingin ketemu temen-temen lama…. Syapa sih yang nggak terpanggil melihat kampung yang begitu stagnan kurang berkembang, sementara teknologi sudah semakin maju melesat?
Syapa sih yang nggak rindu kampung?
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




